Senin, 06 April 2015

puisi kader 2



ANJAL



(ANAK JALANAN)


Mendengar Indonesia raya membahana di upacara tujuhbelasan
Terngiang dendang anak jalanan di depan departemen berbendera agama merayakan kelaparan mereka
Sebagian berserakan di tepian jalan lainnya bergelayut di pohonan
Bergantian mereka mengumandangkan impian di bawah purnama yang pudar di gemerlap lampu kota

Pagi menggeliat meluruhkan embun di pucuk daun menyongsong canda mmbelah gundah mengganjal rasa lapar
Mereka terus meraba terjalnya hidup sembari mengumpulkan receh demi receh
Kadang mengemis di bawah spanduk besar partai politik

Mereka terus bertahan di gubuk lusuh di balik bar tempat para cukong menenggak bir
Saat air mata kering sudah mata airnya


ARAH HATI

Senja masih memerah
Merindu senyummu
Semburat Jingganya
Pelangi di parasmu

Mesin jadi meraung
Tapi aku masih mendengar suaramu lima purnama yang lalu
Di langit awan masih tetap setia
Ingin aku terbang mengarung bersamamu
Ingin aku menari bersama angina
di ruang hampa
malam merayu
bercanda bersama rembulan
dan kau rengkuh lembut bahuku

created by lazuardi El Ghiffary

Tidak ada komentar:

Posting Komentar