Senin, 06 April 2015

Rilis Pak Haedar saat pengajian bulanan UMT



RILIS PENGAJIAN BULANAN UMT SEKALIGUS LAUNCHING LPBTQ AIKA.


Disampaikan oleh Dr.Haedar Nashir, M.Si
Dijaman sekarang ini, umat islam mengakui dirinya sebagai hamba allah yang beragama islam yang mana Al-Quran dan As-Sunnah adalah sebagai tuntutannya. Akan tetapi Fenomena yang terjadi saat ini adalah kaum muslim mengakui dirinya muslim dan menjalankan perintah membaca al quran, akan tetapi mereka tidak memahami misi dari as sunnah dan al-quran tersebut, dan tidak memberikan dampak perubahan pada dirinya, diilustrasikan seperti kera yang senang dengan kelapa dan selalu dimainkannya tapi dia tidak tahu isinya dan tidak bisa membuka kelapa tersebut.
Dan tidak sedikit pula orang islam yang sudah menjauh atau tidak membaca al-quran tetapi mengaku dirinya muslim. Hal ini lah menyebabkan timbulnya gejala-gejala orang yang mempraktikan sifat syirik, tahayul dan khurafat. Solusinya adalah dengan Marja’u ila sunnah wal quran. Marja’u disini berarti mengembalikan kembali sesuatu ketempatnya. Maka KH. Ahmad Dahlan sebagai mujadid menggerakan perubahan dengan Al-Ma’un selama 3 bulan, surat Al-Ashr selama 6 bulan. Beliau juga berharap tidak hanya paham secara kognitif tetapi dibuktikan kebenaran ayat tersebut dan dihayati betul maknanya.
Memaknai kata Al-‘ashr tidak hanya sebatas waktu saja tapi mempunyai makna lebih yaitu kekinian atau kemoderenan Al-‘Ashriyyah.
Kenapa harus menjadi umat yang berkemajuan? Pada dasarnya ideologi islam sama dengan ideologi muhammadiyah, karena islam pada hakikatnya adalah agama yang membawa misi kemajuan, dalam hal ini islam sebagai Diinul ‘Ashriyyah. Contohnya pada surat Al-‘Alaq, Iqra yang berarti bacalah, tapi dalam ayat tersebut tidak ada maf’ulun bih karena makna tersebut akan kembali pada asal kata tersebut lagi. Iqra adalah suatu bentuk atau penanda dari peradaban, maka dari itu tidak ada peradaban tanpa iqro.
Dari peradaban itulah adanya pada islam yang mengajarkan perubahan atau Tagyiir. Jika kita seorang muslim yang diperintahkan untuk sholat, maka sholatlah, dan jika kita ingin tahu bahwa di saat subuh adalah angkatanpertama untuk memulai hidup, dan jika kesiangan maka hilanglah peluangtersebut. Islam juga mengajarkan Tajdid yangberarti pembaharuan atau revolusi.
Islam harus mampu berakulturasi dengan budaya-budaya yang ada, bukan untuk mengikuti budaya mereka atau substansinya akan tetapi metodenya yang diambil untuk proses dakwah, makanya prinsip dalam berpakaian untuk muslimah adalah yang menutup aurat dan soal model tersebut disesuaikan dengan kultur budaya. Psen Ayahanda Haedar sebelum menutup pengajian adalah untuk mengingatkan bahwa pilar kemajuan umat adalah Ilmu Amaliah dan Amal Ilmiah, dan jadilah gerakan pencerahan di Kota Tangerang tercinta ini.
Tangerang, 27 Januari 2014.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar